Penanganan Suku SAD di RSD Kol.Abundjani

Kondisi terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kol.Abundjani Bangko, dari 25 orang Suku Anak Dalam (SAD) yang dirawat karena campak, DBD dan diare, hanya tinggal sekitar 7 pasien lagi.


Selebihnya sudah dinyatakan sehat dan dibawa pulang. 

“Hanya tinggal 7 pasien lagi di zaal penyakit dalam, sementara lainnya sudah pulang,” katanya.


Mayoritas anak-anak yang sebelumnya dirawat , sudah pulang. “Anak-anak mayoritas sudah pulang,” imbuhnya.

Terpisah, Nginag, SAD yang ditemui dirumah sakit juga mengatakan hal senada. “Susah sekitar 2 mingguan di sini,” katanya.

Sebagian, lanjutnya sudah pulang hari ini. “Sudah sembuh, jadi sudah boleh pulang,” imbuhnya.


Sebelumnya, Warga SAD yang berada di wilayah Kab.Merangin banyak dolarikan ke rumah sakit, baik rumah sakit Kol.Abundjani Bangko,  Jambi. Penyebabnya, mereka terserang campak.


Jika tahun sebelumnya wabah yang pernah terjadi di kelompok Tumenggung Uban adalah DBD dan Hepatitis, tahun ini bertambah penyakit campak.


Meski campak tidak mematikan, namun dengan pola hidup dan lingkungan SAD di hutan, bisa jadi campak menjadi penyakit mematikan.


Dinas Kesehatan Kab.Merangin, melalui tim mobile akan lebih meningkatkan pelayanan dan mengupayakan pelayanan kesehatan di selter SAD yang ada di wilayah Merangin.